Business

Pembuat Undang-Undang AS Luncurkan RUU Baru untuk Mengincar Eksekutif Wall Street yang Terkait dengan Epstein

✦ AI-assisted article based on the cited sources. Verify original reporting.

Para politisi di Amerika Serikat memperkenalkan rancangan undang-undang baru untuk meminta pertanggungjawaban para pemimpin Wall Street yang terlibat dalam pendanaan kejahatan Jeffrey Epstein, seiring kritik keras terhadap tanggapan bank asal Inggris terkait mantan kepala eksekutif mereka.

RingkasNow• 5h ago• 1 min read• 1 sources
Explanation from news sources

AI creates a new explanation from RingkasNow facts and source metadata—it does not copy or fully translate the source article.

Editorial image for: Pembuat Undang-Undang AS Luncurkan RUU Baru untuk Mengincar Eksekutif Wall Street yang Terkait dengan Epstein
Editorial illustration, not a photograph of the event

Sekelompok politisi bipartisan menginisiasi undang-undang yang disebut Epstein Wall Street Records Act. Kebijakan ini muncul setelah penyelidikan berbulan-bulan mengenai sang pemodal yang meninggal di penjara saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks anak.

Undang-undang tersebut mewajibkan regulator seperti Federal Reserve dan Komisi Sekuritas dan Bursa untuk menyelidiki perusahaan keuangan serta eksekutif yang terhubung dengan Epstein terkait potensi pelanggaran hukum perbankan, investasi, atau pendanaan gelap.

Regulator juga dipaksa untuk mengungkapkan catatan publik mengenai Epstein dan rekan-rekannya, serta merujuk potensi pelanggaran pidana kepada departemen kehakiman. Sanksi bagi pelanggar dapat berupa denda hingga larangan beroperasi di sektor keuangan.

Senator Elizabeth Warren mengecam tanggapan bank Barclays karena dianggap menghindari tanggung jawab atas kegagalan mereka memeriksa latar belakang mantan bos Jes Staley serta hubungannya dengan sang miliarder.

News sources

The Guardian BusinessPenerbit

US lawmakers unveil bill to hold Wall Street’s ‘Epstein-connected’ bosses to account

Open original source ↗ · Oct 15, 2026, 8:30 PM